Rabu, 19 Mei 2010

Pemimpin Islami

0 komentar
Dua Tugas Kepemimpinan
Pertama, menjaga agama

Seorang pimpinan memiliki tugas dan tanggungjawab untuk menegakkan agar syariat Allah dapat dilaksanakan oleh anak buahnya. Seorang pemimpin tidak boleh menyerahkan urusan agama anak buahnya kepada pribadi masing-masing. Yang suka silakan mengerjakan dan yang tidak suka silakan meninggalkan. Pemimpin bertanggung jawab agar anak buahnya dapat melaksanakan ajaran Islam dengan benar.

Dalam hal ibadah shalat misalnya, pernah suatu hari Rasulullah bersabda dihadapan para sahabat beliau: “Seandainya ada yang menggantikan aku untuk memimpin shalat berjama’ah, maka aku akan mendatangi rumah-rumah kaum muslimin. Siapa diantara kaum laki-laki yang tidak datang menunaikan shalat berjamaah, maka aku akan membakar rumahnya”.

Kasus serupa juga terjadi di zaman khalifah Umar Bin Khatab hampir saja mengirimkan pasukan perang ke suatu wilayah propinsi yang disinyalir penduduknya tidak mau melaksanakan kewajiban zakat yang telah digariskan oleh Allah SWT.

Contoh diatas memberikan gambaran bahwa seorang pemimpin tidak sekedar menghimbau agar anak buahnya menjalankan perintah agamanya, tetapi juga sekaligus menegakkannya. Menegakkan agama berarti memberikan fasilitas, mendorong, mengontrol dan memberikan sangsi agar perintah agama dapat dilaksanakan oleh pemeluknya dengan sebaik-baiknya.

Kedua, mengatur urusan dunia.

Dalam tugasnya mengatur urusan dunia, pemimpin bertanggungjawab untuk mendayagunakan sumber-sumber daya yang dimiliki oleh organisasi tersebut, baik berupa alam, manusia, dana maupun teknologi untuk sebesar-besarnya menciptakan keadilan, keamanan, kedamaian, kemakmuran dan kesejahteraan anak buahnya khususnya dan umat muslim pada umumnya. Pemimpin juga bertanggungjawab untuk memberikan perlindungan bagi orang-orang yang lemah agar mereka tetap dapat menikmati kehidupan sebagai seorang manusia secara wajar.

Peimpin juga tidak boleh berkhianat, dengan mengekploitasi sumber-sumber daya hanya untuk kepentingan pribadi, keluarga maupun kelompoknya.

Dua tugas ini adalah ini tidak ringan. Orang yang faham tidak akan sanggup memikulnya, kecuali bagi orang orang yang memiliki rasa tanggungjawab besar untuk menyelematkan bangsa ini dari kerugian yang amat besar; yaitu kerugian dunia dan kerugian akhirat.

0 komentar:

Posting Komentar