Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2011

Niat Dalam Diri Untuk Diri Sendiri

0 komentar

INNAMAL A’MALU BINNIYYATI WAINNAMA LIKULLIM RII MAA NAWAA
Sesungguhnya sah atau tidaknya sesuatu amal, tergantung pada "NIAT", dan amal terbatas pada apa yang ia NIATKAN


Awal dari sebuah pekerjaan adalah NIAT maka pagi ini saya berniat "Untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin" dan niat saya ini bukan hanya isapan jempol belaka akan tetapi saya lakukan dengan kesadaran dan LILLAHI TA'ALA, Bukan karena orang lain tetapi semata-mata hanya karena Allah Ta'ala dan bukan pula karena mengharap pujian, sanjungan dari orang lain. Karena bila kita melakukan sesuatu hal dengan mengharap pujian orang lain maka itu akan menodai nilai pahala ibadah kita, sesuai dengan firman Allah:
"Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya (pahala dunia) niscaya kami berikan balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka tidak akan dirugikan. ltulah orang-orang yang tidak memper-oleh pahala di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah dikerjakan" (QS 3:145 dan QS 11:15-16)
pagi ini saya berkomitment untuk menjaga niat dan semua yang saya lakukan hanya karena allah.

saya bekerja di sebuah perusahaan alat berat yaitu di PT. BUMEN CITRA MANDIRI dengan posisi atau jabatan yang paling enak dan agak butuh pikiran lebih tenaga enteng, lebih banyak minum kopi dan merokok dari pada bekerja (akan tetapi saya ngopi dan merokok juga juga seraya bekerja karena otak ini selalu mencari solusi, inovasi dan kreari untuk diriku dan perusahaan). saya hanya tukang komputer yang dengan bekal ilmu yang sangat minim sekali, tetapi saya tidak mau menyerah saya harus tetap belajar dan terus mencari entah dari membaca buku, artikel di google, dan saya berlangganan tablod 2 mingguan, dan Alhamdulillahnya Bapak H. Kasran (Pemimpin saya, Guru saya, Sahabat saya). Beliau kadang memberikan aku uang untuk dapat aku memberli buku bukan cuman itu dia juga sering meminjamkan aku buku koleksinya yang sangat bangat dan yang pasti mahal-mahal dan berbobot dan kebanyakan koleksi beliau adalah bernuansa Bisnis dan Religius.

Hari ini beliau ulang tahun saya mengucapkan "happy birthday my teacher, my leader a happy birthday, happy birthday brother. hopefully a long life .. new hope awaits forward persist .. sabar sareh ugi nampi samukawis panandhang lamun pedhut pacoban hanelahi, katresnan kinarya pepadhang lan manungkung jroning pangajeng-ajeng awit katresnan salaminipun langgeng peparingan Gusti Ingkang Murbeng Dumadi".

Dalam tulisan saya ingin bertanya:
1. Adakah resep untuk bisa Istiqomah?
2. Adakah cara jitu untuk kita terhindar dari hutang?

Senin, 26 Juli 2010

Nisfu Sya'ban

0 komentar

Membaca surah yasiin sebanyak 3x sesudah sembahyang sunat ba’diah maghrib dengan Niat sebagai berikut:

1. NIAT YANG PERTA

BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM
Ya Allah Ya Tuhanku ampunilah segala Dosaku dan Dosa ibu bapaku dan Dosa keluargaku dan dosa jiranku dan Dosa muslimin dan muslimat, danpanjangkanlah umurku di dalam tha’at ibadat kepada engkau dan kuatkanlah imanku dengan berkat surat Yasiin.

2. NIAT YANG KE DUA

BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM
Ya ALLAH YA TUHANKU ampunilah segala dosaku dan dosa ibu bapaku dan dosa keluargaku dan dosa jiranku dan dosa muslimin dan muslimat, danpeliharakanlah diriku dari segala kebinasaan dan penyakit, dan kabullanlah hajatku dengan berkat surat Yasiin.

3.NIAT YANG KETIGA

BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM
YA ALLAH YA TUHANKU ampunilah segala dosaku dan dosa ibu bapaku dan dosa keluargaku dan dosa jiranku dan dosa muslimin dan muslimat, dankayakanlah hatiku dari segala makhluk dan berilah aku dan kelurgaku dan jiranku HUSNUL KHATIMAH dengan berkat surat Yasiin.

** SESUDAH SELESAI MEMBACA TIAP2 SURAT YASIIN DI LANJUTKAN DI LANJUTKAN DGN DO’A: **
Di baca tiap2 selesai surat Yasiin…….**

* SESUDAH SELESAI SEMBAHYAN ISYA KEMUDIAN DI LANJUTKAN DENGAN SEMBAHYANG SUNAT HAJAT
:lafaz niatnya:
اصلى سنة الحاجة ركعتين لله تعالى
” aku sembahyang sunat hajat dua rakaat kerena Allah Ta’ala,

Setelah fatihat pada rakaat yang pertama di baca:
قل ياآيها الكفرون… الخ 11x
Rakaat kedua:
قل هو الله احد…الح
Di baca dalam sujud:
1_ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار….10x
2_ اللهم صل على محمد وعلى آله محمد 10x
3_سبحان الله و الحمد لله ولا اله الا الله و الله اكبر 10x
Sesudah salam baca shalawat Munjiyat (shalawat hajat) lima kali.

*DAN SUNAT TASBIH:
*CARA SEMBAHYANG SUNAT TASBIH*

ketentuan sambahyang tasbih pada dasarnya sama dgn sembahyang sunat lainya, baik bacaan maupun geraknya.
Bedanya hanyalah penambahan bacaan tasbih.

Jumlah raatnya adalah 4 rakaat dengan 1 kali salam atau 2 kali salam, tetapi yang lebih bagus di kerjakan siang hari dgn 1 kali salam dan jika malam hari dgn 2 kali salam.

Lafatz niatnya:
اصلى سنة التسبيح ركعتين (اربع ركعات) لله تعالى. الله اكبر
”Aku sembahyang sunat tasbih dua raat (4 rakaat) kerena Allah ta’ala”.

SELESAI FATIHAH BACA PADA RAAT PERTAMA:
الهكم التكاثر…..الخ
RAKAAT KE DUA:
والعصر ان الإنسان……الخ
RAKAAT KE TIGA:
قل يآايهاالكفرون…..الخ
RAKAAT KE EMPAT:
قل هو الله احد……الخ

Bacan tasbihnya ialah:
سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر (ولاحول ولاقوة الا بالله العلى العظيم).
Tempat membaca tasbih dan jumlahnya ialah:
(1) setelah bacaan surah (sebelum ruku’) 15 kalh.
(2) ketika ruku’ 10 kali.
(3) ketika berdiri 10 kali
(4) ketika sujud pertama, 10 kali
(5) ketika duduk antara dua sujud, 10 kali
(6) ketika sujud kedua, 10 kali.
( 7) ketika duduk istirahat sebelum berdiri sebelum berdiri atau sebelum membaca tasyahud, 10 kali,
Jadi, jumlah bacaan tasbih untuk setiap rakaat itu 75 kali. Dan jumlah bacaan tasbih dalam shalat tasbih adalah, 4×75=300 kali.
KETERANGAN:
Sambahyang tasbih sangat di anjurkan untuk mengerjakanya.
Hal ini sesuai dengan sabda Nabi: kpada paman baliau Abbas bin Abdul Muththalhb:
” jika paman dapat mengerjakanya sekali dalam sehari, maka kerjakanlan, jika tidak dapat kerjakanlah seminggu sekali!, jika tidak dapat kerjakanlah sebulan sekali!, jika tidak dapat kerjakanlah setahun sekali!, jika masih tidak dapat juga, maka kerjakanlah sekali dalam se umur hidup.” (Riwat Abu Daud, Ibnu Majah dan Ibnu khuzaimah dalam kitab Shihnya dan juga oleh Thabrani).

Adapun fadhilat/hikmahnya,
Di antaranya, Allah ta’ala mengampuni dosa bagi orang yang mengerjakanya, baik dosanya yang awal dan yang akhir, yang lama dan yang baru, yang tampa sengaja dan yang sengaja, yang kecil dan yang besar, yang sembunyi dan yang terang-terangan.

DAN DI LANJUTKAN DENGAN TASBIH NABIYULLAAH YUNUS:
لااله الا انت سبحانك اني كنت من الظالمين.sebnyak 2375 x
Wallahu Alam.

Sumber : Pecinta Rasulullah

Rabu, 19 Mei 2010

Pemimpin Islami

0 komentar
Dua Tugas Kepemimpinan
Pertama, menjaga agama

Seorang pimpinan memiliki tugas dan tanggungjawab untuk menegakkan agar syariat Allah dapat dilaksanakan oleh anak buahnya. Seorang pemimpin tidak boleh menyerahkan urusan agama anak buahnya kepada pribadi masing-masing. Yang suka silakan mengerjakan dan yang tidak suka silakan meninggalkan. Pemimpin bertanggung jawab agar anak buahnya dapat melaksanakan ajaran Islam dengan benar.

Dalam hal ibadah shalat misalnya, pernah suatu hari Rasulullah bersabda dihadapan para sahabat beliau: “Seandainya ada yang menggantikan aku untuk memimpin shalat berjama’ah, maka aku akan mendatangi rumah-rumah kaum muslimin. Siapa diantara kaum laki-laki yang tidak datang menunaikan shalat berjamaah, maka aku akan membakar rumahnya”.

Kasus serupa juga terjadi di zaman khalifah Umar Bin Khatab hampir saja mengirimkan pasukan perang ke suatu wilayah propinsi yang disinyalir penduduknya tidak mau melaksanakan kewajiban zakat yang telah digariskan oleh Allah SWT.

Contoh diatas memberikan gambaran bahwa seorang pemimpin tidak sekedar menghimbau agar anak buahnya menjalankan perintah agamanya, tetapi juga sekaligus menegakkannya. Menegakkan agama berarti memberikan fasilitas, mendorong, mengontrol dan memberikan sangsi agar perintah agama dapat dilaksanakan oleh pemeluknya dengan sebaik-baiknya.

Kedua, mengatur urusan dunia.

Dalam tugasnya mengatur urusan dunia, pemimpin bertanggungjawab untuk mendayagunakan sumber-sumber daya yang dimiliki oleh organisasi tersebut, baik berupa alam, manusia, dana maupun teknologi untuk sebesar-besarnya menciptakan keadilan, keamanan, kedamaian, kemakmuran dan kesejahteraan anak buahnya khususnya dan umat muslim pada umumnya. Pemimpin juga bertanggungjawab untuk memberikan perlindungan bagi orang-orang yang lemah agar mereka tetap dapat menikmati kehidupan sebagai seorang manusia secara wajar.

Peimpin juga tidak boleh berkhianat, dengan mengekploitasi sumber-sumber daya hanya untuk kepentingan pribadi, keluarga maupun kelompoknya.

Dua tugas ini adalah ini tidak ringan. Orang yang faham tidak akan sanggup memikulnya, kecuali bagi orang orang yang memiliki rasa tanggungjawab besar untuk menyelematkan bangsa ini dari kerugian yang amat besar; yaitu kerugian dunia dan kerugian akhirat.