Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2010

Santri Minta Ijazah Guru Agar Kaya

0 komentar
Cerita kedua di senin pagi dari saudaraku AA. Hery Musochim

Ini cerita nyata, bukan bohongan, percaya syukur enggak percaya kebangetan.

Di sebuah Pesantren ujung desa indah kudengar suara sayup orang baca Al-Quran, Kitab-kitab, Shalawatan, damai rasanya mendengarnya.
Diantara suara-suara itu dua orang sedang mengobrol samnbil duduk bersila di serambi mushola yang tak lain adalah santri dan gurunya.
"Guru, saya itu mbok dikasih Ijazah agar kelak saya jadi orang kaya!" kata santri.
"Kenapa kamu kepingin jadi orang kaya?" jawab guru.
"Saya kepingin membantu orang yang tidak mampu, Kyai!" santri.
"Bagus, untuk bisa meraih itu kamu harus melanggengkan wudhu (Orang yang begitu batal dari wudhu harus segera mengambil air wudhu begitu kira-kira)" Guru.

Hari ke Bulan pindah ke tahun santri itu masih tetap manjalan apa yang menjadi amanat gurunya, namun hasil tak kunjung datang juga maka santri tersebut mendatangi grurunya.
"Saya sudah mejalankan amanat guru itu, kenapa saya belum kaya-kaya juga kyai?" santri bertanya.
"Kamu lakukan terus muridku!" jawab gurunya.

Santri kembali ke kampungnya, dia juga menjalan amar makruf nahi mungkar di kampungnya, sebagai guru ngaji, dia juga kadang di undang untuk tahlil pada acara-acara dari hajatan sampai musibah dia dimintai untuk membaca do,a bahkan sering kali diundang untuk memberikan tausiyah, tabligh akbar dan lain-lain. (Kate orang betawi udah kesohor sekarang)

bertahun tahun-tahun dijalani kehidupannya dengan senang, ikhlas dan penuh rasa syukur, pada suatu hari ketika hendak mengambil air wudhu dia kaget karena setiap ait yang mau buat wudhu berubah menjadi emas, dia pindah lagi menjadi emas lagi, dia pindah lagi masih begitu.. lalu dia berkata " Ya Allah.. bukan ini yang hamba minta".
dia lupa akan komitment dia dulu,... SUBHANALLAH.. Allah Maha Berkehendak..

Apa ya pesan dari cerita ini :
1. Yang pasti kita harus banyak bersyukur dan melakukan sesuatu dengan ikhlas.
2. Berdo'alah terus jangan putus asa. (Ingat Janji Allah)
3. ..........

Nenek dan Saudagar Kaya

0 komentar
Cerita pertama di senin pagi dari saudaraku Slamet Khudzaefah:

Dahulu kala pada suatu desa ada seorang Nenek tua pancari kayu bakar dan seorang saudagar yang kaya raya. setiap hari nenek tersebut mencari kayu bakar dia kumpulin kayu tersebut di tumpuk di depan rumahnya yang ala kadarnya hanya cukup untuk bertedu dari panas dan hujan.

suatu hari nenek tersebut berangkat ke hutan untuk melakukan aktifitasnya, di perjalanan dia bertemu dengan seseorang entah siapa namanya saya sendiri juga tidak tahu karena dalam cerita ini dia tidak menyebutnya namanya, seseorang tersebut bertanya kepada nenek " Nek, hendak kemana engkau?"
"saya hendak pergi ke hutan mencari kayu bakar" nenk menjawab.
"saya lihat di depan rumah nenek masih banyak kayu bakar mengapa masih mencari lagi" seseorang tersebut bertanya lagi.
"Saya akan kumpulkan kayu-kayu tersebut kalo sudah banyak baru saya akan jual agar saya menjadi seorang nenek yang kaya harta" jawab nenek serius.
" Kenapa engkau tidak memohon kepada Allah, Allah kan Maha Kaya, kalo engkau meminta dengan sungguh-sungguh pasti Allah akan mengabulkan permintaan nenek" seseorang.
Dalam hati nenek "O..Iya..ya kenapa aku kok tidak minta sama Allah".

setelah dipikir dan dipikir lagi nenek itu benar-benar melakukan apa yang dianjurkan oleh seseorang itu dia berdoa siang malam dan yang pasti dia juga telah melakukan apa yang menjadi perintan Allah dan mejauhi larangan Allah.
nenek berdoa dengan keras " Ya.. Allah jadikanlah saya nenek yang kaya, Limpahkanlah kepada rezeki harta benda" berulang-ulang.

Nah ternyata do'a nenek itu mengganggu tetangganya yaitu sang saudagar kaya tadi, "nenek tua sialan, malam-malam begini masih teriak-teriak!" kata saudagar.
keesokan paginya begitu hendak keluar rumah sang saudagar tersebut bertemu dengan seseorang yang kemarin bertemu dengan nenek, melihat sang saudagar tersebut berjalan dengan terburu-buru dan wajah yang kelihatanya murka maka seseorang itu bertanya "hai saudagar.. anda mau pergi kemana, kok terburu dan wajah anda sepertinya marah kepada seseorang?"
"saya mau memarahi tetangga saya, karena tiap malam dia teriak-teriak minta Allah jadikan dia orang yang kaya harta, sampai saya tidak bisa tidur karena ulanhnya" sahut sang saudagar kaya tersebut.
"Begini aja pak, anda tidak usah kesana untuk memarahi nenek tersebut anda cukup lempar saja rumahnya dengan puing-puing satu karung pasti dech dia akan besoknya tidak akan terdengar lagi teriakannya" seseorang tersebut memberikan anjuran.

Bener, begitu malam tiba nenek tersebut masih teriak-teriak " PENGUASA, PENGUASA BERILAH HAMBAMU UANG, BERI HAMBA UANG 2x," (Pokoknya seperti lagunya Iwan Falls itu lho). saudagar kaya marah dia kumpulin batu, kayu, dan barang-barang bekas ditaruh dalam sebuah kantong gede, dia naik ke lantai 3 rumahnya dari situlah dia melemparkan kantong itu ke rumah nenek yang sedang berdo'a, dan apa kawan.. jatuhnya tepat didepan nenek yang sedang bersujud, nenekpun kaget alang kepalang dan langsung " TERIMAKASIH YA ALLAH, TERIMAKASI YA ALLAH.. sampai berkali mungkin ribuan kali ya. Nenek lantas membuka kantong tersebut... SUBHANALLAH.. ternyata isinya itu emas permata.

Akhirnya terkabul juga do'a nenek, Nenek tidak lagi mencari kayu bakar (sudah kaya gengsi ah) hartanya kini tidak habis dimakan 8 turunan, dia membangun rumahnya dengan type Minimalis, dirumahnya di isi dengan perabotan yangs erba mewah.. di depan rumah parkir beberapa mobil yang sangat bagus sekali ada BMW X5, Aston Martin DB7 (Rp. 950 Juta), Lamborghini Gallardo (Rp 2,2 miliar), Porsche 911 Turbo (Rp 3,1 miliar), Rolls-Royce Phantom Drophead Coupe yang berharga sekitar 300.000 pounds (lebih dari Rp 5 miliar).. pokoknya Artalita kalah dech.. semua orang bingung, heran dan terkagum-kagum melihat kekayaan nenek.
"Wah Ngepet tuch si nenek!"
"Tuyul kali ya!"
Mendengar gunjingan tetangga nenek hanya nyengir;
"Orang Kaya Mau Nagapain Aja Terserah Gue Dong!" (Tapi nenek tidak begitu dia selalu bersyukur dengan nikmat yang Allah berikan kepadanya, dia Sodaqoh, Infaq, juga naek haji, bahkan peduli dengan orang miskin dan anak yatim.

Sang Saudagar kaya depan rumah diam-diam pengen seperti nenek itu, sore itu dia mendatangi kediaman si nenek kaya, dengan sopan dan rasa hormat dia mengetuk pintu sambil mengucapkan salam "Assalamu'alaikum!"
"Wa'alaikum salam, Mari masuk Tuan" sahut nenek dengan senyum.
"Ah.. jangan panggil saya Tuan, jadi malu" kata saudagar tetangganya.
"Begini nek kedatangan saya kemari yang pertama adalah Silaturahmi, dan yang kedua saya hanya mau menanyakan kepada nenek apakah gerangan yang membuat nenek menjadi seorang yang sangat kaya raya, maaf.. maaf ya.. saya kan tahu nenek dulu seperti apa!" kata saudagar.
"Begini tuan.. saya memohon kepada Allah, berdoa siang dan malam dan pada suatu malam ketika saya berdoa jatuh dari langit kantong goni warna hijau muda tepat di depan saya, ketika saya buka isinya emas berlian tuan" jawab nenek dengan lugu dan jujur.
dalam hati Saudagar ("ah.. itu khan kantong yang saya jatuhin, kenapa berubah menjadi emas permata ya!").
saudagar pamit, dalam perjalanan pulang saudagar berpikir "saya akan melakukan seperti yang nenek lakukan, siapa tahu bisa manambah kekayaan saya".

sesampai di rumah saudagar memerintahkan kepada pembantunya untuk mengisi kantong dengan dengan puing, bukan cuma satu bahkan tiga kantong dia persiapan, dengan harapan bisa dapat banyak.
malam tiba saudagar berdoa seperti yang nenek bilang dan pembantunya sudah siap diatas untuk menjatuhkan kantong-kantong tersebut ke saudagar itu.. akhirnya.. "BLUG.. BLUG... BLUG.. ADOWWW.. ADUUUHH.. AOUWWW.." saudagar kesakitan kejatuhan kantong puing itu. ketika dibuka ternyata bukan emas permata, masih utuh puing yang dimasukin tadi.

konon ceritanya saudagar itu patah tulang iganya di berobat kesana-kemari dari RSUD, RS OMNI, RS Dr. Sardjito, Rs. Dr OEN, dan RS. Cipto Mangun Kusumo namun hasil NOL.. artinya tidak berujung kesembuhan, hartanya habis, ludes, untuk membayar sakitnya tersebut.

Nach.. Teman-teman.. Kok bisa ya?.. Allah Maha Adil..