Cerita kedua di senin pagi dari saudaraku AA. Hery Musochim
Ini cerita nyata, bukan bohongan, percaya syukur enggak percaya kebangetan.
Di sebuah Pesantren ujung desa indah kudengar suara sayup orang baca Al-Quran, Kitab-kitab, Shalawatan, damai rasanya mendengarnya.
Diantara suara-suara itu dua orang sedang mengobrol samnbil duduk bersila di serambi mushola yang tak lain adalah santri dan gurunya.
"Guru, saya itu mbok dikasih Ijazah agar kelak saya jadi orang kaya!" kata santri.
"Kenapa kamu kepingin jadi orang kaya?" jawab guru.
"Saya kepingin membantu orang yang tidak mampu, Kyai!" santri.
"Bagus, untuk bisa meraih itu kamu harus melanggengkan wudhu (Orang yang begitu batal dari wudhu harus segera mengambil air wudhu begitu kira-kira)" Guru.
Hari ke Bulan pindah ke tahun santri itu masih tetap manjalan apa yang menjadi amanat gurunya, namun hasil tak kunjung datang juga maka santri tersebut mendatangi grurunya.
"Saya sudah mejalankan amanat guru itu, kenapa saya belum kaya-kaya juga kyai?" santri bertanya.
"Kamu lakukan terus muridku!" jawab gurunya.
Santri kembali ke kampungnya, dia juga menjalan amar makruf nahi mungkar di kampungnya, sebagai guru ngaji, dia juga kadang di undang untuk tahlil pada acara-acara dari hajatan sampai musibah dia dimintai untuk membaca do,a bahkan sering kali diundang untuk memberikan tausiyah, tabligh akbar dan lain-lain. (Kate orang betawi udah kesohor sekarang)
bertahun tahun-tahun dijalani kehidupannya dengan senang, ikhlas dan penuh rasa syukur, pada suatu hari ketika hendak mengambil air wudhu dia kaget karena setiap ait yang mau buat wudhu berubah menjadi emas, dia pindah lagi menjadi emas lagi, dia pindah lagi masih begitu.. lalu dia berkata " Ya Allah.. bukan ini yang hamba minta".
dia lupa akan komitment dia dulu,... SUBHANALLAH.. Allah Maha Berkehendak..
Apa ya pesan dari cerita ini :
1. Yang pasti kita harus banyak bersyukur dan melakukan sesuatu dengan ikhlas.
2. Berdo'alah terus jangan putus asa. (Ingat Janji Allah)
3. ..........
Minggu, 07 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar