Sabtu, 13 Februari 2010

Wisata Rohani di Desa Kopyah Anjatan Indramayu

0 komentar

Setelah melaksanakan sholat subuh saya berkemas-kemas di bantu istri dan is karena pagi ini saya dan bos juga teman-teman berencana untuk melakukan "Wisata Rohani" dan "Baksos" dengan tujuan ke Desa Kopyah Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu daerah yang lumayan indah dengan sedikit penduduk dan didominasi area persawahan indah banget.

Kami ber-9 naik dalam 1 mobil Captiva B2274 ya lumayan berjubel, jok belakan dan tengah di lipat kami semua duduk diatasnya, di sepanjang perjalanan sendau-gurau kami yang sering mengundang tawa dan topik yang seru adalah "Ultah Spesial Sirambut Pirang yang sering dijuluki Si Bontot" dia pacar teman aku namanya Budi R dan katanya waktu dia hendak berangkat si bontot lagi marah ("Orang lain pada Palentinan kok saya ditinggal sendiri",Kata Si Bontot merajuk).
pokoknya dari masalah perempuan, duit sampai surga dan neraka (hebat khan!).

Tidak terasa kita sudah sampai di indramayu, sebelum ke lokasi kita sarapan dulu tetapi di sepanjang jalan ke arah Huergeulis tidak menemukan warung yang pas dengan selera kita kita semua, bahkan sudah sampai lokasi kita balik lagi untuk mencari sarapan, akhirnya kita menemukan warung Sop kita semua makan sop dan sate.. wuih uenake.. di warung itu kalo sambel itu cabe alus yang di keringin. nah karena belum tahu bos asal ambil di aduk di mangkuknya, he he.. bayangkan apa yang terjadi..

Makan selesai siap-siap menuju lokasi kita disambut ala tamu agung, tempat Baksos terletak di Mushola Darussalam dimana disitu diadakan pengobatan gratis, juga santunan buat anak yatim. Yang datang dari tua dan muda berjubel ikut antri di depan dan samping mushola, dengan dibantu teman-teman KKN dari STAIN maka acara berlangsung lancar dan tertib.

Sehabis sholat Dhuhur acara santunan anak yatim dimulai yang datang untuk anak yatimnya sekitar 50an anak, rame banget. Acara diawali dengan pembacaan kitab Al-Quran dengan suara indah yang dibacakan oleh seorang ibu tentunya membuat suasana khidmat khusus dan bergetar hati ini.

Anak yatim ialah anak-anak yang belum baligh yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya atau salah satunya. Orang yang pertama yang bertanggungjawab adalah ahli warisnya untuk memelihara, mendidik dan membesarkannya sehingga ia dapat menjalani hidup secara mandiri.

Menurut Ragib Al-Asfahani (ahli kamus bahasa Al Qur’an) istilah yatim bagi manusia digunakan untuk orang yang ditinggal mati ayahnya dalam keadaan belum dewasa, sedangkan bagi binatang, yang disebut yatim adalah binatang yang ditinggal mati ibunya.

Dalam al-Qur’an Allah Berfirman;
Surat Al-Maa’uun (1-7) :

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.Orang-orang yang berbuat riya. Dan enggan menolong dengan barang yang berguna".

(QS. Al-Baqarah [2] : 220).
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah : Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan.”

(QS. An-Nisaa [4] : 2).
"Dan berikanlah kepada anak-anak yatim harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan itu, adalah dosa yang besar.”

Di dalam Al-Quran perhatian khusus yang diberikan kepada anak-anak yatim ditegas dalam beberapa ayat-ayat-Nya. Sebanyak 19 kali Al-Quran menyinggung tentang anak-anak yatim baik dalam konteks cara sikap dan pergaulan kita dengan kita dengan mereka yang disinggung sebanyak 11 kali, maupun dalam konteks harta kita yang da hak anak yatim di dalamnya dan harta (hak-hak) anak-anak yatim yang berada dalam tanggung jawab kita dalam pengelolaannya yang disinggung sebanyak 11 kali.

Dalam hadits Nabi saw. Bersabda ;
”Bahwa saya dan orang yang memelihara anak yatim dengan baik akan berada di surga, bagaikan dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah”. (HR. Muslim).
”Pengasuh anak yatim, baik kemenakannya sendiri maupun anak orang lain, akan bersama saya di surga, bagaikan jari telunjuk dengan jari tengah”. (HR. Muslim).
“Sebaik-baik rumah kaum muslimin, ialah rumah yang ada anak yatim diasuh dengan baik, dan sejahat-jahat rumah kaum muslimin, ialah yang ada anak yatim, yang selalu diganggu dan disakiti hatinya”. (HR. Ibnu Majah)
“Rumah tangga yang paling dicintai oleh Allah yaitu rumah tangga yang di dalamnya ada anak yatim yang dimuliakan”. (HR. Ath-Thabarani dan Asbahani).
“Seorang anak yatim yang duduk bersama suatu kaum dalam hidangan mereka, niscaya setan tak akan mendekati hidangan mereka”. (HR. Ath-Thabarani).
“Demi Allah yang mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat pada orang yang kasih sayang pada anak yatim, dan ramah, manis tutur kata padanya, dan benar-benar menyayangi anak yatim dan memaklumi kelemahannya, dan tidak menyombongi tetangganya dengan kekayaan yang diberikan Allah padanya”. (HR. At-Thabarani)
Sabda Nabi SAW. "Saya dan orang-orang yang merawat anak yatim akan berada di Surga " (HR. Bukhari)

Beberapa orang berceramah termasuk bos saya, selesai ceramah acara ditutup dengan doa, selanjutnya pemberian amplop yang berisi tidak seberapa akan tetapi kami berharap bisa membantu meringankan beban mereka. dan kami berharap amal ini yang didasari dengan ikhlas mendapat ridha oleh Allah Yang Maha Kuasa.. amin.

Acara selesai kami melanjutkan perjalanan ini menuju sebuah pondok pesantren yang letaknya agak jauh dari mushola tadi yaitu Pondok Pesantren DARUSSALAM yang di pimpim oleh Ustad MUHAMMAD YASIN. tunggu di cerita selanjutnya.. he hehe

0 komentar:

Posting Komentar